6 Tujuan Investasi yang Banyak Digunakan Sebagai Alasan Utama untuk Berinvestasi

Sekarang ini, banyak orang yang mulai menyadari akan pentingnya investasi. Investasi yang dilakukan oleh masyarakat pun berbeda-beda, beberapa orang melakukan investasi dengan membeli saham, beberapa yang lainnya berinvestasi dengan reksa dana. Lantas, mengapa investasi mulai banyak dilakukan? Berikut 6 tujuan investasi yang biasanya menjadi target oleh masyarakat.

6 Alasan Melakukan Investasi

  1. Untuk Mendapatkan Penghasilan Tetap

Ada banyak orang yang mulai sadar untuk berinvestasi karena memiliki tujuan agar mendapatkan penghasilan pasif dan tetap. Tujuan berinvestasi yang satu ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menanamkan modalnya ke salah satu instrumen investasi yang bernama deposito. Dengan deposito, orang tersebut dapat mengambil keuntungan setahun sekali.

  1. Mengumpulkan Modal untuk Usaha

Banyak orang yang bermimpi untuk memiliki usaha sendiri, mulai dari usaha di bidang fashion, bidang kuliner, dan lain sebagainya. Saat ingin membangun sebuah bisnis, tentu dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Nah, inilah yang banyak menjadi tujuan investasi bagi masyarakat, yaitu untuk menyiapkan serta mengumpulkan modal untuk usaha.

  1. Untuk Modal Nikah

Menyiapkan dana untuk pernikahan juga menjadi salah satu alasan yang mendasari banyak orang untuk melakukan investasi. Pasalnya, seperti yang kita tahu melangsungkan pernikahan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih ada beberapa kebudayaan di Indonesia yang mewajibkan adanya pesta besar-besaran saat mengadakan pernikahan.

Maka dari itu, tentu akan kesulitan bila biaya pernikahan tidak disiapkan sejak lama. Salah satu instrumen investasi yang cocok digunakan jika memiliki tujuan untuk modal pernikahan adalah menabung emas. Menabung emas dirasa lebih menguntungkan dibanding menabung di bank karena harga emas yang setiap tahun akan naik.

  1. Untuk Menambah Aset yang Dimiliki

Tujuan investasi lain yang biasa dijadikan alasan utama bagi orang-orang adalah untuk menambah aset yang dimiliki. Tujuan yang satu ini hanya berlaku bagi orang-orang yang berinvestasi pada barang atau sesuatu yang nilainya progresif. Salah satu contoh investasi yang bernilai progresif adalah investasi properti

Investasi properti sendiri contohnya adalah pembelian tanah atau rumah. Pembelian properti berupa tanah atau rumah ini banyak dipilih karena biasanya property tersebut nilainya akan naik sekian persen dalam beberapa tahun kedepan. Namun, investasi jenis ini membutuhkan kesabaran karena nilai kenaikan properti tidak instan dan membutuhkan waktu.

  1. Menyiapkan Dana untuk Pendidikan

Alasan yang satu ini juga banyak digunakan sebagai tujuan utama untuk berinvestasi, yaitu untuk menyiapkan dana pendidikan. Seperti yang kita semua ketahui, pendidikan yang berkualitas tentu membutuhkan dan yang tidak sedikit. Hal inilah yang mendasari mengapa banyak orang-orang berinvestasi, terutama pasangan muda yang menyiapkan dana pendidikan untuk anaknya.

Memang, menabung di bank untuk menyiapkan dana pendidikan bagi buah hati juga bisa menjadi salah satu opsi. Namun, ternyata menabung di bank tidak cukup jika ingin menyiapkan dana pendidikan dengan jumlah yang besar. Pasalnya, dana pendidikan selalu mengalami inflasi, yang berarti biayanya akan selalu meningkat setiap tahunnya.

  1. Menghindari Berhutang

Tujuan berinvestasi lain yang banyak dijadikan alasan adalah untuk menghindari berhutang pada orang lain ataupun pada bank. Pada dasarnya, berinvestasi ini sebenarnya memiliki sistem yang hampir menyerupai dengan menabung. Oleh karena itu, berinvestasi juga dapat digunakan untuk menghindari berhutang disaat harus mengeluarkan dana darurat.

Sebenarnya, ada banyak sekali alasan-alasan mengapa seseorang melakukan investasi. Namun, pada umumnya tujuan investasi biasanya agar mendapatkan keuntungan, dimana keuntungan ini dapat digunakan untuk hal lainnya. Jika Anda berminat untuk mulai melakukan investasi, jangan lupa pelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu dan segera kunjungi situs analisa trade.

Categories:

Tags: